25 Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan

Dikumpulkan dari percakapan sehari-hari dengan calon pelanggan — termasuk pertanyaan yang jawabannya tidak selalu menguntungkan kami, seperti kapan survey geolistrik sebenarnya tidak perlu.

Biaya & Penawaran

  • Berapa biaya bor sumur per meter?

    Di pasaran umumnya berada pada kisaran Rp 350.000 sampai Rp 2.500.000 per meter. Rentangnya lebar karena harga ditentukan oleh kedalaman, jenis batuan yang ditembus, diameter sumur, akses ke lokasi, dan spesifikasi konstruksinya. Kami tidak menyebut angka pasti sebelum mengetahui kondisi lokasi Anda — rinciannya kami jelaskan di artikel biaya per meter.

  • Apakah konsultasi dan survey awal dikenakan biaya?

    Konsultasi awal lewat WhatsApp tidak dikenakan biaya, termasuk saran mengenai kedalaman yang wajar dan perkiraan anggaran. Survey geolistrik adalah pekerjaan tersendiri dengan biaya terpisah, dan kami akan sampaikan lebih dulu apakah lokasi Anda memang memerlukannya atau tidak.

  • Apakah harga per meter sudah termasuk casing dan pompa?

    Perlu diperjelas per proyek, karena inilah sumber selisih terbesar saat membandingkan penawaran. Kami merinci apa saja yang termasuk dan tidak termasuk dalam penawaran, sehingga tidak ada biaya yang baru muncul di tengah pengerjaan.

  • Bagaimana sistem pembayarannya?

    Pembayaran dilakukan bertahap mengikuti kemajuan pekerjaan, bukan dilunasi penuh di awal. Termin disepakati sebelum pekerjaan dimulai dan dituangkan bersama spesifikasi teknis lainnya.

  • Bagaimana jika kedalaman target tidak tercapai?

    Kemungkinan ini selalu ada, misalnya karena batuan jauh lebih keras dari dugaan. Perlakuannya kami sepakati tertulis sebelum pengeboran dimulai, sehingga jelas siapa menanggung apa bila skenario tersebut terjadi. Kami tidak menjanjikan hal yang tidak bisa kami kendalikan.

Kedalaman & Teknis

  • Sampai kedalaman berapa yang bisa dikerjakan?

    Kami mengerjakan pengeboran sampai kedalaman maksimal 200 meter, terbagi dalam tiga kategori: dangkal 15–40 meter, menengah 40–100 meter, dan dalam 100–200 meter. Kategori ini bukan sekadar soal jarak, karena metode dan peralatannya berbeda.

  • Bagaimana menentukan kedalaman yang tepat untuk lokasi saya?

    Dari tiga sumber: data survey geolistrik, catatan sumur yang ada di sekitar lokasi, dan pengalaman kami di daerah tersebut. Untuk target di atas sekitar 60–80 meter, kami menyarankan survey lebih dulu supaya penentuan kedalaman berpijak pada data.

  • Apa itu screen dan gravel pack, dan mengapa penting?

    Screen adalah bagian pipa berlubang tempat air masuk ke sumur, sedangkan gravel pack adalah kerikil penyaring di sekelilingnya. Screen harus ditempatkan tepat di lapisan pembawa air. Bila keduanya dikerjakan sembarangan, sumur bisa tetap mengeluarkan air pada awalnya tetapi bercampur pasir atau debitnya jauh di bawah potensi sebenarnya.

  • Casing apa yang dipakai?

    Kami menggunakan pipa PVC berstandar SNI, dengan diameter dan ketebalan disesuaikan kedalaman serta kebutuhan debit. Spesifikasinya kami sebutkan dalam penawaran, bukan diputuskan sepihak di lapangan.

  • Apakah ada uji debit sebelum sumur diserahkan?

    Ya. Uji debit adalah tahap terakhir SOP kami. Tanpa uji debit, tidak ada yang benar-benar mengetahui kapasitas aman sumur, dan pemilihan pompa menjadi pertaruhan — pompa yang terlalu kuat untuk kapasitas sumur akan cepat rusak.

  • Bisakah memasang sumur bor di lahan sempit atau gang?

    Bisa dalam banyak kasus, dengan catatan alat perlu dibongkar dan dipindahkan secara manual. Kondisi ini memengaruhi waktu kerja dan biaya mobilisasi, jadi sebaiknya disampaikan sejak awal agar penawarannya akurat.

Survey Geolistrik

  • Apa itu survey geolistrik?

    Metode pengukuran resistivitas — kemampuan material bawah tanah menghantarkan listrik — untuk menduga susunan lapisan di bawah permukaan. Dari data itu diperkirakan pada kedalaman berapa terdapat lapisan yang berpotensi membawa air. Penjelasan lengkapnya ada di artikel tentang geolistrik.

  • Apa bedanya geolistrik 1D dan 2D?

    Geolistrik 1D mengukur perubahan lapisan ke arah bawah pada satu titik, sehingga baik untuk menentukan kedalaman. Geolistrik 2D mengukur sepanjang satu lintasan dan menghasilkan gambaran seperti irisan melintang, sehingga bisa menunjukkan perubahan lapisan ke arah samping — berguna ketika perlu memilih titik terbaik di antara beberapa kandidat atau ketika kondisi geologinya rumit.

  • Apakah geolistrik menjamin airnya pasti ada?

    Tidak. Geolistrik membaca sifat kelistrikan material, bukan mendeteksi air secara langsung. Yang diberikannya adalah dugaan susunan lapisan yang jauh lebih kuat daripada perkiraan, sehingga risiko mengebor di titik kering menurun. Siapa pun yang menjamin air pasti ada hanya dari hasil geolistrik menjanjikan sesuatu yang tidak bisa dijawab data tersebut.

  • Bisakah geolistrik memperkirakan debit airnya?

    Tidak. Debit hanya dapat diketahui melalui uji debit setelah sumur selesai dikonstruksi. Geolistrik juga tidak menentukan kualitas air — itu memerlukan uji laboratorium tersendiri.

  • Apakah setiap proyek wajib survey geolistrik?

    Tidak. Untuk sumur dangkal di daerah yang sudah jelas berair, survey sering tidak sepadan dengan biayanya dan akan kami sampaikan terus terang. Survey menjadi masuk akal untuk sumur dalam, lokasi yang pernah gagal, daerah berbatu, atau kebutuhan air besar yang tidak boleh terganggu.

Pengerjaan & Waktu

  • Berapa lama pengerjaan satu sumur?

    Sumur dangkal umumnya 1–2 hari kerja. Sumur menengah dan dalam memerlukan waktu lebih panjang, dan sangat bergantung pada jenis batuan yang ditembus — formasi keras dapat memperlambat laju pengeboran secara signifikan. Perkiraan waktu kami sampaikan setelah kondisi lokasi diketahui.

  • Wilayah mana saja yang dilayani?

    Dalam kota, luar kota, hingga luar pulau. Untuk lokasi di luar kota, biaya mobilisasi alat dihitung terpisah dari harga per meter dan disepakati sebelum pekerjaan dimulai.

  • Apa saja tahapan pengerjaannya?

    Lima tahap: survey geolistrik, pengeboran, well logging (pemeriksaan lubang bor sebelum pipa dipasang), konstruksi sumur, lalu instalasi pompa dan uji debit. Urutan yang sama kami terapkan di semua proyek supaya hasilnya bisa diprediksi.

  • Apakah perlu izin untuk membuat sumur bor?

    Untuk pemakaian rumah tangga berskala kecil umumnya tidak dipersoalkan, tetapi pengambilan air tanah untuk kegiatan usaha diatur dan dapat memerlukan izin pemanfaatan air tanah. Ketentuannya berbeda antar daerah, jadi sebaiknya dikonfirmasi ke dinas terkait di wilayah Anda. Kami dapat menjelaskan aspek teknis yang biasanya diminta dalam proses tersebut.

  • Apakah pengeboran merusak bangunan atau halaman?

    Pengeboran memerlukan area kerja dan menghasilkan lumpur bor, sehingga sekitar titik pengeboran perlu disiapkan. Kami sepakati lebih dulu posisi titik, jalur alat, dan pembuangan lumpur agar dampaknya terkendali dan area bisa dirapikan setelah pekerjaan selesai.

Garansi & Setelah Pemasangan

  • Bentuk garansinya seperti apa?

    Garansi kami mencakup air bersih dan tidak habis: bila sumur mengering di kemudian hari, kami lakukan pengeboran ulang tanpa biaya tambahan. Lingkup, jangka waktu, dan hal-hal yang membatalkan garansi kami cantumkan tertulis dalam kesepakatan, bukan hanya disebut lisan.

  • Kenapa debit sumur saya menurun padahal dulu lancar?

    Penyebab paling sering justru bukan air yang habis, melainkan screen yang tersumbat endapan besi atau kapur, pompa yang bermasalah, atau pengambilan air yang melebihi kapasitas sumur. Pola penurunannya membantu menentukan arah penyebab — penjelasan lengkap ada di artikel penyebab sumur bor kering.

  • Apakah bisa memperbaiki atau membersihkan sumur yang sudah ada?

    Sering kali bisa, tergantung bagaimana sumur tersebut dikonstruksi. Sumur yang dirancang dengan benar dapat diperiksa dan direhabilitasi. Yang dikerjakan sembarangan kadang tidak memungkinkan diservis, sehingga membuat sumur baru justru lebih ekonomis. Ceritakan gejalanya dan kami bantu perkirakan.

  • Apakah melayani perawatan berkala?

    Ya. Untuk pemakaian industri yang tidak boleh terganggu, pemeriksaan berkala jauh lebih murah daripada menangani sumur yang sudah bermasalah berat. Sumur yang diperiksa lebih awal punya peluang lebih besar direhabilitasi ketimbang harus diganti.

Pertanyaan Anda belum terjawab?

Kondisi setiap lokasi berbeda. Kirim pertanyaan lewat WhatsApp — kalau ada bagian yang belum bisa kami pastikan tanpa melihat lokasi, itu pun akan kami sampaikan.